Bambu kuning merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan untuk obat penyakit dalam. Tumbuhan ini biasanya ditanam di sekitar rumah dan kadang tumbuh secara liar. Bambu ini berwarna kuning pada batangnya dan ada garis hijaunya. Masyarakat menyebut tumbuhan ini dengan nama perreng koneng. Batang bambu ini dewasa pada umur 4 5 tahun, batang bambu berbentuk silindri, berbuku buku, beruas ruas berongga, kadang kadang massif, berdinding keras pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang, akar bambu terdiri atas rimpang.
Bambu semakin diakui sebagai elemen kunci dalam desain lanskap modern karena kombinasi uniknya antara keindahan visual, keberlanjutan, dan manfaat fungsional. Tanaman ini menawarkan tekstur vertikal yang dinamis, ideal untuk menciptakan privasi dan estetika minimalis yang elegan. Selain aspek dekoratif, bambu juga sangat berharga dalam konteks bioengineering dan penanganan lahan berkat sistem perakarannya yang efektif dalam pengendalian erosi dan stabilisasi tanah, mendukung upaya revegetasi di lahan miring atau bekas tambang. Dengan memilih spesies yang tepat (tipe mengumpul atau menjalar), bambu dapat diintegrasikan secara strategis untuk meningkatkan nilai fungsional dan estetika proyek lanskap kontemporer.
