Produk turunan kelapa, khususnya serat sabut (coir fiber) dan coco peat, kini menjadi material kunci dalam praktik konstruksi berkelanjutan, stabilisasi lahan, dan konservasi lingkungan. Serat sabut digunakan secara ekstensif dalam bioengineering sebagai geotextile, karpet, atau gelondongan untuk mengendalikan erosi permukaan tebing dan menstabilkan tepi sungai. Kekuatan tariknya yang memadai, ketahanan terhadap air, dan proses dekomposisi yang lambat (5-10 tahun) memberikan perlindungan sementara yang penting bagi pertumbuhan vegetasi permanen. Selain itu, coco peat berfungsi sebagai amandemen tanah vital dalam upaya rehabilitasi dan revegetasi lahan terdegradasi dan bekas tambang.






















