Soil Nailing

General Trading, Revegetation & Contractor

Kami CV Plantamor melayani jasa Soil nailing atau pemakuan tanah untuk penahan galian dari tulangan besi baja, pipa baja atau batang metal paku atau tulangan besi dipasang pada menekan lubang bor pada tebing lereng, dan kemudian di grouting (ditutup dengan larutan semen).  Soil nailing termasuk katagori perkuatan kaku (rigid)  suatu  lereng alam, yang dapat memikul gaya normal, gaya tarik, gaya geser dan momen lentur.

Kami CV Plantamor menjadi aplikator untuk Soil Nailing perkuatan tanah in-situ untuk menjaga kestabilan galian tanah dengan cara memasukan perkuatan dengan ukuran relatif kecil (biasanya besi beton) yang dipasang dengan spasi yang dekat ke dalam massa tanah sehingga secara lokal tanah menjadi stabil.

PEMASANGAN

metode pemasangan Soil nailing  dalam secara umum  sebagai berikut:

 

Soil Nailing

 

Soil Nailing

 

1. Pemboran

Pemboran dilaksanakan dengan sudut 15° – 20° dari arah horizontal dengan system “wash boring”, kedalaman bor bisa mencapai 12 meter dengan diameter sesuai yang telah ditentukan. Posisi masing-masing nailing sesuai dengan  gambar rencana misalnya berjarak 2 meter arah horizontal dan vertikal.

2. Flushing

Setelah pemboran selesai, lubang bor dibersihkan dari pengotor sehingga diharapkan semua debu/lumpur sisa pengeboran keluar dari lubang bor, baik menggunakan air (dicuci) dengan pompa atau mengunakan angin.

3. Pemasukan Deform Bar

Setelah Lubang Bor bersih dari lumpur, Deform Bar misalnya D.25 grade 40 dimasukkan ke dalam lubang bor. Untuk menjamin posisi deform bar pada tengah-tengah lubang, pada beberapa tempat sepanjang deform bar dibuatkan dan dipasang centralizer atau penengah, centralizer ini dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan pembuatan/fabrikasi drat pada ujung luar nail.

4. Grouting

Grouting dilaksanakan dengan campuran air dan semen yang menghasilkan  compressive strength / mutu mortar K225. Karena bahan grouting adalah campuran air dan semen, maka susut tidak bisa dihindari, oleh sebab itu pengulangan grouting (pengisian air semen) kembali ke dalam lubang bor hingga penuh. Untuk tujuan tertentu grouting ini bisa dilanjutkan dengan pekerjaan shotcrete, dilaksanakan sesudah beberapa nailing selesai digrouting. Pembesian dinding ini berupa 1 layer wiremesh. Shotcrete berupa campuran air + semen + screening + abu batu, adapun mutu yang disyaratkan untuk material shotcrete ini adalah K175 dengan ketebalan 7 cm.

5. Finishing

Tahapan terakhir adalah pemasangan plat penguat misalnya

ukuran 150x150x10 mm serta pengencangan baut pada ujung deform bar. Pemasangan plat ini bisa disesuaikan dengan tujuan perkuatan lereng misalnya untuk pemasangan shorcrete, pemasangan beton rigit maupun pemasangan jaring kawat.

KELEBIHAN SOIL NAILING

  • Peralatan konstruksinya mudah dipindahkan dan dapat digunakan pada lokasi yang sempit.
  • Tekniknya fleksibel, mudah untuk dimodifikasi.
  • Tidak menimbulkan kebisingan.
  • Lebih sedikit gangguan pada properti/bangunan disekitarnya.
  • Volume baja (untuk nail bars) dalam soil nailing lebih sedikit dibandingkan dengan ground anchors, karena umumnya batangan baja dalam soilnailing lebih pendek. Material yang dibutuhkan juga relatif lebih sedikit, jika dibandingkan dengan ground anchors.
  • Luas area yang dibutuhkan dalam masa konstruksi lebih kecil dibandingkan dengan teknik lain, sehingga cocok untuk pekerjaan yang memiliki areal konstruksi terbatas.
  • Dinding dengan soil nailing relatif lebih fleksibel terhadap penurunan, karena dinding untuk soilnailing lebih tipis jika dibandingkan dengan dinding gravitasi

 

 

 

 

 

Belanja Soil Nailing di Marketplce

Soil Nailing
Soil Nailing

Terkait

Loading...
Stabilisasi lereng adalah langkah krusial dalam pencegahan bencana longsor. Artikel ini membahas lima teknik utama yang paling efektif, mencakup metode struktural seperti pemasangan Angkur Tanah (Soil Nailing) dan pembangunan Dinding Penahan, serta pendekatan hidrologis melalui sistem Drainase yang komprehensif. Selain itu, teknik ramah lingkungan Bioengineering dan Revegetasi, serta pemasangan Jaring Kawat untuk perlindungan batu jatuh, melengkapi strategi pencegahan longsor yang kuat dan berkelanjutan.
Loading...

Lainnya

Hydrogel: Solusi Inovatif CV Plantamor untuk Konservasi Air dan Nutrisi pada Lahan Kritis Dalam upaya menjawab tantangan penanganan lahan kritis, CV Plantamor sebagai kontraktor spesialis
Dolomit (Kapur Pertanian): Fondasi CV Plantamor untuk Keberhasilan Revegetasi Lahan Asam Salah satu tantangan terbesar dalam pekerjaan penanganan lahan kritis, terutama pada lahan bekas tambang,
Asam Humat (Humic Acid): Pembenah Tanah Organik Andalan CV Plantamor untuk Revitalisasi Lahan Dalam setiap proyek penanganan lahan kritis, CV Plantamor tidak hanya fokus pada
CV Plantamor menyediakan benih Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench), solusi tanaman serbaguna yang sangat tangguh untuk rehabilitasi lahan kritis. Berkat daya adaptasinya yang luas, tahan kekeringan, dan kemampuannya untuk diratun, Sorgum sangat efektif untuk pengendalian erosi dan sebagai sumber pakan ternak (forage) berkualitas tinggi. Pilihan ideal untuk revegetasi lahan marginal yang berkelanjutan.
Padi Gogo menjadi solusi cerdas bagi lahan tadah hujan dan kering. CV Plantamor mendukung budidaya Padi Gogo dengan teknologi bioengineering, Vetiver System, cocomesh, dan revegetasi terpadu — hasil panen meningkat hingga 35%, erosi berkurang drastis, serta lahan tetap lestari.
Copyright @